ANCAMAN DAN POTENSI CHATGPT UNTUK PENDIDIKAN INDONESIA PADA JENJANG SMA DENGAN DITINJAU DARI KOMPETENSI PENGERJAAN TES POTENSI SKOLASTIK

Abstrak

Sebuah model kecerdasan buatan, yaitu ChatGPT, memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah pada level manusia, bahkan model tersebut mampu lulus ujian di tingkat universitas. Hal tersebut menjadi salah satu pendukung atas ketakutan bahwa pekerjaan di dunia barang dan jasa akan tergantikan oleh kecerdasan buatan (AI). Melihat karakteristik model ChatGPT, yaitu kemampuan untuk berdialog bersama pengguna untuk menyelesaikan masalah, sangat mirip dengan apa yang dilakukan guru/tutor sebagai konselor bagi siswa di dunia pendidikan. Disrupsi dari ChatGPT di dunia pendidikan perlu dikaji dengan cara evaluasi kompetensi. Evaluasi tersebut dilakukan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai jenjang terakhir di terdapat asesmen secara nasional yaitu Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK). Hasil evaluasi tersebut diperlukan dalam mengubah model pendidikan untuk merespons kedatangan AI di dunia pendidikan. Adapun proses evaluasi tersebut terdiri dari analisis kompetensi ChatGPT dan komparasi kompetensi ChatGPT dengan siswa SMA untuk subjek tes potensi skolastik pada UTBK atau yang disebut sebagai (Tes Potensi Skolastik) TPS. TPS digunakan sebagai parameter untuk evaluasi karena, menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia (Kemendikbud-Ristek), merupakan tolak ukur keberhasilan di dunia pendidikan terutama pada jenjang pendidikan tinggi. Dalam melaksanakan evaluasi tersebut, metode kuantitatif dilakukan pada analisis kompetensi ChatGPT untuk pada TPS UTBK dengan cara memberikan soal-soal TPS UTBK selama 5 tahun terakhir dan mencocokan jawaban ChatGPT dengan kunci jawaban yang tersedia. Untuk komparasi kompetensi ChatGPT dan siswa SMA, diambil data yang sudah didapatkan dari analisis kompetensi ChatGPT dan data nilai TPS UTBK siswa SMA di seluruh Indonesia. Kedua data yang didapatkan dari proses analisis dan komparasi kompetensi antara ChatGPT dan siswa SMA menjadi dasar atas penyusunan rekomendasi dengan menggunakan literatur yang diterbitkan oleh UNESCO sehingga respon yang tepat dalam pembelajaran untuk menghadapi AI dapat diterapkan di Indonesia. Eksplorasi kompetensi model GPT dalam mengerjakan TPS juga dilakukan sebagai demonstrasi ancaman dan potensi AI dalam dunia pendidikan.

Keywords: ChatGPT, Edukasi, Kecerdasan Buatan, Teknologi Edukasi