START: STRATEGI COMMUNITY-BASED APPLICATION SEBAGAI PENCEGAHAN ANTI SALAH JURUSAN BAGI SISWA SMA DI INDONESIA

Abstrak

Pendidikan tinggi merupakan salah satu pilar pembangunan negara yang tertuang dalam tujuan ke-4 Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (Bappenas, 2022). Namun, permasalahan yang sering dihadapi oleh mahasiswa di perguruan tinggi saat ini adalah adanya isu salah jurusan. Integrity Development Flexibility (IDF) menyebutkan bahwa 87% mahasiswa Indonesia merasa salah jurusan (Zulfikar, 2021). Untuk mengetahui lebih jauh, dilakukan survei kepada mahasiswa di Indonesia mengenai hal tersebut. Permasalahan tersebut terjadi karena mahasiswa salah dalam mengenali potensi diri pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Pemilihan jurusan pada masa SMA merupakan keputusan penting dalam kehidupan karena akan mempengaruhi pilihan karir kedepannya. Oleh karena itu, digagas suatu strategi yang bernama START. START merupakan community-based application untuk membantu siswa mengenali lebih dalam potensi diri sehingga mampu menentukan jurusan kuliah yang tepat. Strategi ini akan berjalan dalam dua tahap. Tahap pertama, siswa akan diberikan arahan gambaran umum mengenai dunia perkuliahan secara langsung oleh alumni yang difasilitasi guru BK di sekolah masing-masing. Lebih lanjut, alumni juga akan menceritakan lebih detail mengenai program studinya masing-masing. Tahap kedua, dilakukan optimalisasi aplikasi START yang dapat diakses oleh siswa sebagai bentuk pengarahan lanjutan. Aplikasi START digagas dengan tiga fitur utama yaitu Kenali, Simulasi, dan Pahami. Fitur Kenali berfungsi untuk memberikan gambaran mengenai program studi yang dipilih seperti pilihan universitas, mata kuliah, potensi karakter, dan prospek kerja. Kemudian, fitur Simulasi merupakan lanjutan dari fitur sebelumnya dimana siswa akan mengikuti kelas langsung salah satu mata kuliah tertentu dari jurusan yang dipilih. Lalu, fitur Pahami menjadi tahap terakhir yang berupa diskusi secara one-on-one dengan mahasiswa dari program studi tersebut. Di samping itu, dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak seperti pemerintah, guru BK, komunitas alumni, dan mahasiswa. Dengan adanya sinergi tersebut, diharapkan START mampu menjadi langkah nyata dalam mengurangi kasus mahasiswa salah jurusan di Indonesia khususnya pada masa revolusi industri 5.0.

Keywords: Alumni, Mahasiswa, Pendidikan Tinggi, Salah Jurusan, START