CODINGKUY : INOVASI APLIKASI PEMBELAJARAN DASAR PEMROGRAMAN INTERAKTIF DENGAN ADAPTIVE LEARNING BERBASIS MULTI-SENSORY GUNA MENDUKUNG ERA REVOLUSI INDUSTRI 5.0

Abstrak

Indonesia belum mampu memanfaatkan peluang kerja di industri teknologi meskipun memiliki 69.30% penduduk berusia produktif. Dilansir dari CNN Indonesia, Direktur Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menyebut berdasarkan data Bank Dunia, Indonesia kekurangan 9 juta tenaga kerja di bidang teknologi. Data BPS menyatakan bahwa celah antara tingginya angka pengangguran yang mencapai 8,4 juta orang pada tahun 2022 dengan angka kebutuhan pekerja bidang teknologi menjadi sebuah paradoks. Kekurangan tenaga kerja di bidang teknologi tidak hanya disebabkan oleh kuantitas sumber daya manusianya, tetapi juga dikarenakan tingginya kesenjangan keahlian (skill gap). Salah satu faktor tingginya kesenjangan keahlian di bidang teknologi adalah rendahnya kualitas programmer yang dimiliki Indonesia. Hal ini disebabkan minimnya pembelajaran dasar pemrograman yang memberikan materi-materi dasar seperti algoritma dan proses problem solving pemrograman di sistem pendidikan formal Indonesia. Diperlukan sebuah media pembelajaran progresif yang selalu berkembang dan dapat membantu siswa mempelajari dasar pemrograman dengan mudah. Oleh karena itu, peneliti berinovasi melalui karya tulis ilmiah berjudul “CodingKuy: Inovasi Aplikasi Pembelajaran Dasar Pemrograman Interaktif dengan Adaptive Learning berbasis Multi-sensory guna Mendukung Era Revolusi Industri 5.0”. Manfaat Penelitian ini adalah menciptakan aplikasi yang mempermudah siswa untuk belajar pemrograman komputer dan membantu mempercepat program pemerintah dalam pembentukan talenta muda digital untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Inovasi CodingKuy merupakan aplikasi pembelajaran yang mengakomodasi pelajar untuk belajar dasar pemrograman secara interaktif dengan metode yang diinginkan. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Rapid Application Development (RAD). Model pengembangan RAD digunakan karena sesuai untuk menghasilkan output sistem perangkat lunak dengan waktu yang singkat. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan aplikasi CodingKuy sebagai upaya optimalisasi pembelajaran dasar pemrograman secara interaktif untuk mendukung era revolusi industri 5.0.

Keywords: Adaptive Learning, CodingKuy, Dasar Pemrograman, RAD.