LAVARSIP: LABORATORIUM VIRTUAL KEARSIPAN KEBUTUHAN SISWA SMK MPLB DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0.

Abstrak

Perkembangan digitalisasi era 4.0. menuntut dilakukannya otomatisasi tanpa batasan ruang dan waktu serta ditandai dengan pemanfaatan teknologi. Pendidikan merupakan salah satu bidang terdampak oleh digitalisasi era 4.0, mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi sedang berbenah beralih ke era digital dengan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajarannya. Sekolah Menengah Kejuruan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (SMK MPLB) merupakan pendidikan menengah bidang vokasi. Pembelajaran SMK dituntut mempersiapkan lulusan siap kerja sehingga membutuhkan berbagai skill. Laboratorium merupakan prasarana yang dibutuhkan sebagai wadah mengasah skill tuntutan dunia kerja. Praktik di laboratorium masih banyak permasalahan seperti keterbatasan waktu akses ruangan dan proses manajemen belum tepat dilakukan. Padahal laboratorium digunakan untuk memberikan pengalaman belajar praktis dan membentuk skill tertentu. Tanpa fasilitas pendukung yang baik siswa sulit menguasai skill tertentu sesuai tuntutan dunia kerja. Penulisan ini menggunakan kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah pemecahan masalah berdasarkan uraian tidak berwujud angka. Pembahasan masalah menggunakan metode deduktif. Metode deduktif merupakan pemecahan masalah dengan penulisan topik pembahasan umum kemudian ditarik kesimpulan secara khusus. Penulisan bertujuan memberi gagasan tepat guna memberikan kemudahan akses belajar mandiri untuk pemahaman ulang praktikum yaitu laboratorium virtual. Laboratorium virtual akan meningkatkan kesiapan belajar dan kesempatan praktik dengan nyaman. Konsep laboratorium virtual merupakan prasarana penunjang pembelajaran praktikum siswa SMK MPLB berbasis website interaktif, terdiri dari dua jendela. Jendela pertama berisi menu login/registrasi. Kemudian, jendela kedua merupakan menu utama berisi menu modul kearsipan, SOP praktikum, video tutorial praktikum, praktikum 1 (pengelolaan arsip), praktikum 2 (Filling Cabinet), dan menu Quizz. Selain itu, menu kedua juga menyediakan fitur tambahan (bantuan dan feedback dari guru). Laboratorium virtual akan mengakomodasi siswa belajar kearsipan dengan keunggulan pengalaman belajar yang lebih interaktif dengan fleksibilitas tinggi sehingga membuat proses pembelajaran dapat berlangsung dengan nyaman. Kualitas pembelajaran kearsipan menjadi meningkat dibandingkan jika hanya belajar di laboratorium konvensional tanpa prasarana penunjang seperti laboratorium virtual kearsipan.

Keywords: Kemandirian belajar, laboratorium virtual kearsipan, SMK MPLB