Penyiraman Lahan Otomatis Bebasis Mikrokontroler Arduino Uno Menggunakan Sensor Soil Moisture

Abstrak

Lahan pertanian terong yang luas membuat petani kerap mengalami kesulitan dalam penyiraman. Petani masih menggunakan alat penyiraman manual sehingga membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih banyak. Selain itu kadar air di dalam tanah tidak memenuhi syarat minimal yang dibutuhkan yaitu sebesar 80%-90%. Permasalahan tersebut membutuhkan solusi agar penyiraman efektif dengan tingkat akurasi yang tinggi dapat dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat sistem penyiraman otomatis pada lahan pertanian terong. Metode pada penelitian ini adalah dengan melakukan perancangan alat penyiram otomatis menggunakan software fritzing dan pemrograman menggunakan Arduino IDE. Alat penyiram otomatis ini menggunakan soil moisture sensor yang dapat membaca kelembaban tanah dengan luasan 50 m2 . Arduino uno berfungsi untuk mengontrol aktuator berdasarkan signal yang diterima dari sensor. Data kelembaban tanah yang diperoleh dari soil moisture sensor ditampilkan pada LCD 12c sehingga petani dapat memantau tingkat kelembaban tanah. Pompa yang digunakan P-WH236C dengan spesifikasi 200 W dengan debit 45 l/menit dan tinggi aliran maksimal 30 m. Sistem penyiraman otomatis ini disuplai dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 Wp. Dari hasil pengujian pada panel surya 100 Wp didapatkan nilai arus sebesar 1,85A dan tegangan 20V pada saat kondisi matahari terik dan dapat bekerja dalam waktu efektif 6 jam per hari. Untuk penyimpanan arus listrik sistem ini dilengkapi dengan 2 baterai VRLA 12V 120Ah dirangkai seri dan pengisian arus dikontrol oleh Solar Charge Controller(SCC)sehingga dapat mensuplai arus listrik ke pompa selama 24 jam. SSC terhubung oleh panel surya yang berfungsi membatasi arus dan tegangan yang masuk dari panel surya ke baterai. Sistem penyiraman otomatis ini telah teruji dan berfungsi dengan baik pada lahan pertanian terong tersebut.

Keywords: alat penyiraman otomatis, kelembaban tanah, lahan pertanian terong, PLTS, soil moisture sensor